Senin, 12 Maret 2018
Jumat, 20 September 2013
SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA MI NURUL ISLAM KRATON
Madrasah
Ibtidaiyyah Nurul Islam Kraton berada di wilayah Kabupaten Lumajang Kecamatan
Yosowilangun Desa Kraton Jl. Teratai No 64.
Secara
terperinci Madrasah Ibtidaiyyah Nurul Islam Kraton Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang mempunyai batas-batas
sebagai berikut:
a.
Sebelah
Utara : Perkebunan dan persawahan
b.
Sebelah
Timur : Perumahan penduduk
c.
Sebelah
Selatan : Jalan teratai Desa Kraton
d.
Sebelah
barat : Perumahan penduduk
Sumber data: Observasi
di MI Nurul Islam Kraton,
1 Mei 2009
1.
Sejarah singkat berdirinya Madrasah
Ibtidaiyyah Nurul Islam Kraton
|
|
Pada
awal tahun 1965 di kalangan kaum muda yang umumnya alumni pondok pesantren
mengadakan musyawarah untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan guna untuk
membantu anak-anak yang tidak sekolah dan putus sekolah. Mereka dihimpun di
mushola diberi pelajaran agama saja yang pelaksanaanya di siang hari antara
pukul 14.00-16.00.
Berkat
ketekunan para pendidik, santri bertambah banyak, sehingga di mushola tidak
mencukupi. Akhirnya sebagian ditempatkan di rumah-rumah masyarakat sekitar.
Dengan
keadaan murid yang semakin bertambah banyak dan
dalam suasana yang memprihatinkan, maka timbulah keinginan dari para
pendidik bersama tokoh-tokoh masyarakat untuk mendirikan sebuah madrasah.
Sehingga
pada bulan juli 1966 kepanitiaan pembangunan gedung Madrasah terbentuk dengan
susunan sebagai berikut:
Ketua
: Abdul Hamid
Wakil
Ketua : Ky. Kastimbang
Sekretaris : H. Nur Syamsi
Bendahara : Ky. Madlul
Anggota
: Ky. Yunus
Nur Syamsu
Sukari
Adnan
Setelah
terbentuk panitia diadakan musyawaroh di rumah Ky. Madlul tentang pengumpulan
dana panen. Semua masyarakat giat menyumbang, dan banyak yang masih berupa padi
kering. Setelah semua terkumpul maka di bangunlah gedung Madrasah di Desa
Kraton.
Selama
kurang lebih dua tahun anak-anak harus sekolah di mushola dan rumah-rumah
mayarakat sekitar. Pada tahun 1967 pembangunan sudah mencapai tiga lokal
sehingga anak-anak sudah bisa pindah menempati sekolah baru.
Dengan
kekompakan, kerukunan dan semangat gotong royong, sesuatu yang dirasa sangat
berat akan menjadi terasa ringan. Sehingga sarana dan prasarana cepat
terpenuhi, untuk kepentingan belajar mengajar.
Syukur
Alhamdulillah apa yang menjadi keinginan para ulama dan tokoh masyarakat dapat
terwujud dan murid-murid sudah bisa menempati gedung baru. Adapun jabatan kepala sekolah dipercayakan kepada Bapak
Sukalisno yang lulusan SPG dan guru-guru lainnya merupakan alumni pondok
pesantren. Sehingga pelaksanaan pendidikan 80% agama dan 20% umum.
Pada
tahun 1973 untuk jabatan kepala sekolah dipercayakan kepada Bapak Achmad
Sunhadi BA. Dengan tujuan untuk lebih mengotimalkan Kualitas dan Kuantitas Madrasah
Ibtidaiyyah Nurul Islam Kraton.
Perkembangan
semakin meningkat baik dari segi kualitas, kuantitas maupun perkembangan fisik
sekolah. Hal ini disebabkan dukungan dari kaum muslimin Desa Kraton dan
sekitarnya.
Berangkat
dari perkembangan baik di atas, akhirnya pada tahun 1975 Madrasah Ibtidaiyyah
Nurul Islam terdaftar sebagai pendidikan formal. Kemudian setelah menyandang
status terdaftar Madrasah Ibtidaiyyah Nurul Islam Kraton berupaya untuk lebih
meningkatkan kualitas pendidikannya, yang akhirnya mendapat status diakui pada
tahun 1995. Seiring bertambah meningkatnya di lembaga ini, Madrasah Ibtidaiyyah Nurul Islam Kraton
pernah mendapatkan status disamakan pada tahun 2000. Dan pada tahun 2005
mendapatkan status terakreditasi B sampai sekarang.
Sumber data: Dokumen MI
Nurul Islam Kraton
2. Profil Madrasah Ibtidaiyyah Nurul Islam
Kraton
a.
Identitas
Nama : MI NURUL ISLAM
KRATON
Alamat : Jl. Teratai no 64
Desa : Kraton
Kecamatan : Yosowilangun
Kabupaten : Lumajang
Nama Yayasan : Lembaga pendidikan Ma'arif
NSS : 112 350 809
081
Jenjang Akreditasi : Terakreditasi B
Status Tanah :Waqof Bersertifikat
Luas Tanah :2775 m2
b. Visi Madrasah Ibtidaiyyan Nurul Islam
Kraton
Dalam
Lembaga pendidikan Madrasah Ibtidaiyyah Nurul Islam Kraton tersebut mempunyai
visi ialah:
. Unggul dalam
keagamaan
. Luhur dalam berakhlaq
.
Luhur dalam prestasi
c. Misi Madrasah Ibtidaiyyah Nurul Islam
Kraton
Dalam
Lembaga pendidikan Madrasah Ibtidaiyyah Nurul Islam Kraton tersebut mempunyai misi
ialah:
.
Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama
.
Melaksanakan pembelajaran secara efektif
.
Mengembangkan budaya kompetitif bagi siswa
.
melestarikan dan mengembangkan budaya bangsa.
d. Tujuan pendidikan Madrasah Ibtidaiyyah
Nurul Islam Kraton
Dalam Lembaga pendidikan Madrasah Ibtidaiyyah
Nurul Islam Kraton tersebut mempunyai tujuan yaitu . Ikut berperan aktif dalam
mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai
mana diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945
Selasa, 02 Oktober 2012
MENJADI GURU YANG DI IDOLAKAN
Pendidikan diperlukan oleh semua
orang. Baik dari golongan anak-anak, remaja maupun dewasa. Tidak tebatas dari
pendidikan akal, akan tetapi juga memerlukan pendidikan dalam bidang akhlaq,
hati dan sosial kemasyarakatan.
Jika hidup, dan semua orang memerlukan pendidikan yang erat kaitannya
dengan kehidupan, maka factor penting, bahkan menjadi baik tidaknya pendidikan,
adalah guru. Benar sekali guru bukanlah satu-satunya instrument pendidikan.
Masih ada buku, kurikulum, dan peletak kebijakan pendidikan dan seterusnya.
Akan tetapi dari instrument-instrumen itu semua, gurulah ujung tombaknya.
Ibarat permainan sepak bola yang terdiri dari kesebelasan- kesebelasan, guru
adalah striker yang berperan mencetak gol, yaitu tujuan dari kesebelasan yang
bermain sepak bola. Striker mandul, maka bola tidak akan dapat masuk ke gawang
lawan dan gol tak akan di cetak. Guru mandul, maka pendidikan akan rendah
hasilnya.
Kesalahan besar dilakukan oleh orang yang mengira bahwa mengajar hanyalah
sekedar profesi resmi. Pandangan sempit ini adalah ke-dzalim-an dan
pelecehan besar terhadap profesi guru.
Perhatian seorang guru dalam dunia pendidikan adalah prioritas. Guru
memikul tugas dan tanggung jawab yang tidak ringan. Di sisi lain dia harus
menjadikan muridnya pandai secara akal, dia juga harus dapat menanamkan
nilai-nilai iman dan akhlak yang mulia. Untuk itu guru harus memahami peran dan
tugasnya, memahami kendala-kendala pendidikan dan cara mengatasinya.
Dalam bukunya DR. Muhammad Abdullah Ad-Duweisy bahwa seorang guru harus
memiliki sifat-sifat positif. diantaranya:
1.
Ikhlas hanya kepada Allah
Tujuan pertama seorang guru dalam mendidik dan
mengajar murid-muridnya adalah mencari keridloan Allah taala, menyebarkan ilmu,
selalu menegakkan kebenaran, memadamkan kebatilan, menjaga kebaikan bagi umat. Hadlrotus
syaikh Muhammad Hasyim Asyari menambahkan dalam kitabnya Adabul ‘alim wal
mutaalim bahwa seorang guru hendaknya selalu mendekatkan diri kepada Allah,
dan menjaga perilakunya hanya karena Allah.
2.
Taqwa dan Ibadah
Jika seorang guru mempunyai ketaqwaan, maka dia tidak
akan sembrono dalam mendidik siswa-siswinya. Tidak akan suka membolos dan
selalu menjaga amanat yang telah diberikan kepadanya. Dan juga tingkatan
ibadahnya akan tercerminkan dalam perilaku keseharian dalam proses pendidikan,
rajin dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang
pendidik (guru).
3.
Mendorong dan memacu murid
dalam mencari ilmu.
Menanamkan kecintaan dan perhatian kepada ilmu
termasuk sifat penting yang mesti dimiliki seorang guru. Ia merupakan nasihat
ulama’ terdahulu kepada para guru. Imam Nawawi dalam Al-majmu’ Syarhul
mahadzab berkata, hendaknya guru mendorong muridnya mencintai ilmu,
mengingatkannya terhadap keutamaan para ulama dan bahwa mereka adalah pewaris
para Nabi. Az-zarnuzi menambahkan bahwa Muhammad bin Hasan bin Abdillah
memerintahkan untuk selalu mencari ilmu setiap hari, agar ilmu itu selalu
bertambah. Sehingga bertambah pula faedah-faedahnya.
Mendorong dan memacu murid untuk mencintai ilmu tidak
hanya dengan satu cara akan tetapi banyak cara yang dapat dilakukan, misalnya
dengan memberikan kisah-kisah ulama yang tanpa mengenal lelah dalam mencari
ilmu, menjelaskan bahwa Allah mengangkat kedudukan orang yang mencari ilmu.
4.
Berpenampilan baik.
Pepatah jawa mengatakan ajining rogo soko busono.
Pepatah ini memberikan pengertian bahwa seseoarang akan dilihat, diperhatikan
dan di hargai dari apa yang dipakainya. Tidak harus bagus atupun baru akan
tetapi mengandung unsur kerapian.
Seorang guru juga harus seperti itu, bahwa harus
memberi perhatian terhadap penampilan dalam batas yang proporsional dan tidak
boleh asal-asalan. Syaikh Muhammad Hasyim Asyari menambahkan bahwa seorang guru
yang hendak hadir dalam kelas hendaknya bersuci dari hadast, membersihkan
dirinya, memakai minyak wangi, dan memakai pakaian yang baik. Berangkat ke
sekolah hanya mengenakan kaos oblong, jelas itu akan mengganggu dan akan
menjatuhkan harga dirinya dihadapan murid-murid.
5.
Berbicara dengan baik.
Lisan dan pembicaraan merupakan salah satu barometer
penilaian terhadap kepribadian seseorang. Untuk itu kewajiaban seorang guru
adalah menjaga lisan dan pembicaraannya. Sehingga dalam proses belajar mengajar
siswa-siswinya tidak merekam dari dirinya kecuali yang baik. Seperti pepatah
jawa yang mengatakan “Ajining diri onok ing latih”.
6.
Berkepribadian matang dan
terkontrol
Kematangan diperlukan oleh orang yang kepribadiaannya
dihormati dan dai hargai orang lain, terlebih lagi seorang guru yang menjadi
teladan murid-muridnya. Orang yang tidak matang kepribadiannya, perilaku mereka
mengisayaratkan adanya kekurangan pada akal. Orang yang seperti itu membuat
murid-murid mencemooh dan melecehkannya.
7.
Keteladanan yang baik.
Banyak orang yang bisa mengarahkan dan berbicara
dengan baik, akan tetapi berapa di antara mereka yang berprofesi sebagai guru
yang bisa menjadi teladan pada tingkah lakunya?. Kontradiksi antara ucapan dan
perbuatan, lahir dan batin, semrawut dan rancunya pengajaran, semua ini
merupakan masalah terbesar generasai masa kini.
Seorang guru yang menjelaskan di depan murid- muridnya
tentang pentinganya sholat dan menjaga sholat. Tetapi ketika sholat dilakukan
disekolah, murid-,urid melihat dia di shaf paling akhir. Atau dia mendorong
murid-muridnya untuk dapat datang tepat waktu, tetapi kemudian dia hadir
terlambat. Maka kata-kata yang dia tuangkan ke telinga murid akan terhapus
dengan satu perbuatan.
8.
Memenuhi janji
Ketika seorang guru menjanjikan suatu hadiah atau
sesuatu, maka bersungguh-sungguh dan memenuhi janji adalah suatu keharusan.
Jika ada penghalang atau tidak bisa memenuhinya dengan segera, maka meminta
maaf dengan baik akan dapat mengobati kekecewaan. Karena bagaimanapun janji
adalah hutang.
9.
Berperan memperbaiki sistem
pengajaran.
Seorang guru yang bersungguh-sungguh dan ikhlas merasa
bahwa tugasnya tikad hanya terbatas pada apa yang ia berika di kelas. Meskipun
tanggung jawab terhadap sistem pengajaran, kurikulum, dan perkara-perkara yang
bekaitan dengannya bukanlah berada dipundaknya. Hanya saja, hal itu tidak
otomatis membebaskan dari peran serta dan uasaha perbaikan.
Jika dalam pengajarannya murid-murid mempunyai
permasalahan seperti mengantuk, gurau, merasa tidak mampu dengan apa yang
disampaikan guru, maka seorang guru harus cepat tanggap dengan apa yang terjadi
sehingga dapat dicari penyelesaiannya dengan baik.
10. Bergaul secara baik dengan murid
Murid adalah obyek dan sasaran utama dari proses
aktifitas belajar mengajar dan pendidikan. Oleh karena itu, dialah unsur utama
yang dengannya seorang guru berinteraksi. Kurikulum, sistem pengajaran dan lain
sebagainya, dibuat untuk merealisasikan tujuan pengajaran dan pendidkan bagi
murid. Berpijak pada posisi murid dalam proses belajar mengajar, maka perlu
diletakkan garis-garis besar dan kaidah-kaidah berinteraksi dengan murid agar
tujuan pengajaran dan pendidikan bisa terealisasikan.
Kebaikan dan interaksi guru merupakan kata yang luas
yang meliputi, menghormati dan menghargai murid, memuji murid yang berbuat
baik, berperilaku adil di antara murid-murid, proporsional dalam mengoreksi
kesalahan dan memberi perhatian pada murid. Sehingga dalam pelaksanaan
pembelajaran dapat berjalan dengan baik.
11. Rendah hati ( tawadhu’)
Mengajar merupakan salah-satu peluang untuk menjadi
tinggi dan terkenal. Seorang guru bisa saja dipenuhi leh peasaan bangga, tinggi
hati, terutama sifat ujub. Oleh karena itu Hadlrotus syaikh Muhammad Hasyim
Asyari dalam kitabnya Adabul ‘alim wal mutaalim menekankan untuk selalu
bersikap rendah hati ( tawadhu’).
12. Selalu mendoakan kebaikan untuk murid-muridnya.
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu
tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan
permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah
mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku,
agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”(QS Al-Baqoroh 2:186)
Allah menganjurkan kepada umat Islam dan orang orang
yang beriman untuk senantiasa berdoa, karena doa merupakan bentuk keyakinan
diri bahwa tidak ada satu makhluk pun yang dapat mendapatkan apa yang
diinginkannya kecuali atas idzin Allah. Begitu juga seorang guru, seyogyanya
selalu mendoakan murid-muridnya agar selalu dalam lindungan Allah, dan menjadi
manusia yang pintar baik akal, hati dan social. Sehingga tujuan pendidikan
dapat tercapai dengan maksimal.
Mukhtar Zaini Dahlan
Mahasiswa Pasca Sarjana STAIN Jember
Referensi:
Abdullah, Adduweisy, DR Muhammad. 2008. Edisi
Indonesia_ Menjadi guru yang sukses dan berpengaruh. Surabaya :
pustaka ElBA .
Affandi, Choer. 2008. La Tahzan Innallaha Maana.
Bandung :
Mizania.
Az- Zarnuzi,
Syaikh. Ta’limul muta’alimi. Surabaya :
Al-hidayah
Hasyim, Muhammad Asyari. Adabul Alim wal Muta’alim.
Jombang: Maktabah Turost Al-Islami.
Nawawi. Al-majmu’ Syarhul Muhadzab. Surabaya : Al-hidayah.
Minggu, 23 September 2012
Langganan:
Postingan (Atom)


